Minggu, Mei 29, 2016

Membangun Prestasi Masa Depan Sepak Bola Aceh

Membangun Prestasi  Masa depan Sepak Bola Aceh

                                Oleh :
                          Muharil.S.P.d

      Sepak bola dan prestasi .Banyak  yang bertanya tentang prestasi sepak bola Aceh yang minim prestasi. Dikalangan masyarakat Aceh sendiri terdapat isu isu yang selalu dan hangat diperbincangkan yaitu  " masa ia tidak bisa mencari  12 orang ataupun satu tim sepak bola yang hebat dari ratusan ribu rakyat  Aceh? Kemudian ada lagi isu yang berkembang  sistem penjaringan atlit pileh aneuk kumun droe di dunia persepakbolaan Aceh.Sehingga dari  masalah di atas masyarakat awam menilai dan menjadikan parameter dalam mengukur rendah nya prestasi sepak bola Aceh.
       Dalam rangka membenah masa depan sepak bola Aceh  yang berprestasi maka merujuk dari pendapat ahli yaitu :
    Menurut  Toho  Cholik  Mutohir  (2007:  6),  SDI  diperlukan  sebagai indikator  keberhasilan  pembinaan  olahraga.  Selama  ini  keberhasilan pembinaan  olahraga  selalu diukur  dengan  keberhasilan  meraih medali.Padahal seharusnya  tidak  hanya  itu.  Bersama  dengan  Ali  Maksum, Toho  memaparkan  bahwa keberhasilan pembangunan  olahraga  disuatu Negara harus  diukur berdasarkan  4  dimensi:

1.  Ruang  terbuka Ruang  terbuka  merupakan  suatu  kebutuhan  bagi  masyarakat  untuk melakukan  aktivitas  fisik.  Keberadaan  ruang  terbuka  olahraga  yang mudah diakses  oleh  semua  lapisan  masyarakat  dapat  mendorong  terciptanya suatu  masyarakat  yang  gemar  berolahraga  atau  beraktivitas  fisik.  Ruang tebuka  merujuk  pada  suatu  tempat  yang  diperuntukkan  bagi  kegiatan olahraga  oleh  sejumlah  orang  (masyarakat)  dalam  bentuk  bangunan  dan /atau  lahan.  Bangunan  dan  lahan  terbuka  dapat  berupa  lapangan  olahraga yang  standar  ataupun  tidak,  yang  tertutup  (indoor)  maupun  terbuka  (outdoor), atau  berupa  lahan  yang  memang  diperuntukkan  guna  kegiatan  berolahraga untuk  masyarakat.Sedangkan  agarbisa  dikatakan  sebagai  ruang  terbuka, olahraga  harus  memenuhi  persyaratan  antara  lain  sebagai  berikut;  (1) didesain  untuk  olahraga,  (2)  digunakan  untuk  olahraga,  (3)  bisa  diakses  oleh masyarakat  luas.

2.  Sumber  Daya  Manusia  (SDM) Dinamika  kegiatan  keolahragaan  akan  sagat  ditentukan  oleh  SDM (Sumber  Daya  Manusia)  yang  menggerakkan  roda  kegiatan.  Pengembangan SDM  ini  sudah  mengalami  perubahan  yang  sangat  berarti  seiring  dengan anggapan  dasar  yang  berbeda.  Dahulu  SDM  dianggap  sebagai  tenaga  kerja yang  diset  untuk  efisiensi  produksi,  sehingga  fungsinya  sebagai instrumen.Sedangkan  saat  ini  SDM  ditempatkan  sebagai  modal  kerja sehingga  kemampuan,  pengetahuan  dan  keterlibatannya  dalam  setiap pengambilan  kebijakan  lebih  meendapat  peenekanan.  Dengan  demikian SDM  dalam  olahraga  yang  dimaksudkan  mengacu  pada  ketersediaan  pelatih olahraga  dan  instruktur  olahraga  tertentu.

3.  Pertisipasi Dari  perspektif  peerorangan  dikatakan  bahwa,  rendahnya  tingkat partisipasi  berolahraga  disebabkan  oleh  beberapa  hal  antara  lain:
  (1) kegiatan  olahraga  yang  cenderung  berorientasi  pada  peningkatan  prestasi,
(2)  rendahnya  derajat  kesehatan  atau  kebugaran  jasmani  sehingga  secara psikologis  merasa  tidak  mampu,
(3)  tingkat  ekonomi  yang  rendah  sehingga tidak  sangggup  memenuhi  pengeluaran  minimal  untuk  melibatkan  diri  dalam kegiatan  olahraga,
(4)  terkurasnya  tenaga  dan  waktu  akibat  terlalu  sibuk dalam  pekerjaan.

4.  Kebugaran Kemajuan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  ternyata  berdampak  pada pola  aktivitas  masyarakat.  Peralatan  yang  serba  otomatis  seperti  tangga elektronik  dan  remote  control  membuat  orang  relatif  tidak  melakukan  aktivitas fisik.  Hal  yang  sama  telah  melanda  masyarakat  yang  ada  di  Indonesia, dimana  kemutakhiran  teknologi  saat  ini  telah  mempengaruhi  kondisi kesehatan mayarakat.

                  Kesimpulan

Dari  beberapa  ulasan  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa  untuk mengukur  tingkat  pembangunan  olahraga khusus nya sepak bola tidak  hanya  dilakukan dengan  satu  indikator,  yaitu  perolehan  medali,  tetapi  bisa  dilakukan  dengan mengukur  pembangunan  olahraga  Indonesia  melalui  SDI  (Sport Development  Index). Sport  Development  Index  adalah  istilah  baru  dalam  olahraga Indonesia  yang  diklaim  sebagai  parameter  baru  untuk  mengukur  kemajuan pembangunan  olahraga  yang  mencakup  empat  dimensi  dalam  lingkup  SDI, antara  lain:  (1)  ketersediaan    ruang  terbuka  untuk  olahraga,  (2)  partispasi masyarakat,  (3)  sumber  daya  manusia  (SDM),  dan  (4)  tingkat  kebugaran jasmani  masyarakat.  Pembangunan  olahraga  Sepak bola Aceh berprestasi yang berhasil  akan  mampu  mendorong  empat  dimensi  dasar  tersebut  untuk berkembang dan maju secara bermakna

Jumat, Mei 13, 2016

ORGANISASI OLAHRAGA DAN KEPENTINGAN POLITIK DI PROVINSI ACEH

ORGANISASI OLAHRAGA DAN KEPENTINGAN POLITIK
DI PROVINSI ACEH

Oleh :
Muharil. S.Pd

                                                                                                                                                                                   Olahraga dan Politik yang seharusnya dipisahkan,namun olahraga terbukti  telah sering dikaitkan dengan politik. Salah satu contoh fenomenal  terjadi ketika Jerman di bawah Hitler menjadi tuan rumah Olimpiade pada 1936. Hitler ingin menggunakan kesempatan tersebut sebagai bukti keunggulan ras Arya. Namun, bintang saat itu adalah wakilAmerika Serikat Jesse Owens yang berkulit hitam. Hitler kecewa dan meninggalkan stadion di Berlin tanpa memberikan ucapan selamat kepada Owens. Dan masih banyak cerita diseluruh belahan dunia tentang dunia olahraga dan politik, Aceh yang menjadi provinsi  pertama indonesia dimana tempat O km nya tanah republik  indonesia juga  tak luput keterkaitan politik dengan organisasi olahraga, baik itu intervensi dan mengambil manfaat secara  ekonomi, sosial, bahkan politik. yang berimbas kepada pengembangan dan prestasi cabang olahraga yang ada di provinsi Aceh.                                              

Di provinsi  Aceh jabatan ketua organisasi semua cabang  olahraga khusus nya cabang sepakbola menjadi rebutan oleh semua pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan, baik itu di level klub maupun asosiasi, ramai diperebutkan. Selain karena kecintaan terhadap sepak bola, muncul kecurigaan ambisi itu juga didasari oleh keinginan untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial, bahkan politik. Semuanya dimungkinkan karena sepak bola telah berkembang menjadi wahana strategis dalam berinteraksi dengan massa. Salah satu pemicunya adalah kekuatan suporter. Mereka bisa menjadi pressure group saat jendela transfer pemain dibuka, tetapi juga mitra dalam penggalangan dana. Masih banyak peran lain suporter yang mungkin saja terkendali, mungkin juga tidak. Namun realita yang  terjadi di Aceh, organisasi olahraga sering di digunakan oleh pelaku politik untuk mendongkrak karir dan mendapat simpatik masyarakat, mereka sering menjanjikan janji manis kepada masyarakat  akan membangun dan mengembangkan olahraga jika terpilih dan tercapai misi  misi politik mereka, aka tetapi janji janji yang pernah di ucapkan tidak pernah direalisasikan setelah semua yang menjadi misi mereka tercapai.


                Olahraga sebagai upaya untuk menunjukkan kebesaran atas suatu pandangan, masih sering dilakukan sampai saat ini. Beberapa tim sepak bola profesional, secara eksplisit maupun implisit, berkembang dengan dilandasi oleh semangat tersebut. Kondisi demikian mengakibatkan suatu klub harus menerima stigma tertentu. Mungkin saja stigma itu tidak dikehendaki oleh pengurus klub. Tetapi, klub memang tak bisa dipisahkan dari suporternya. Suporter memberi  aksentuasi dalam pengembangan ekonomi klub. Kesetiaan mereka juga merupakan faktor nonteknis dalam pencapaian prestasi. Tetapi, hal-hal nonteknis itu sering juga ditunjukkan di luar lapangan. Tak heran bila mereka lalu diasosiasikan dengan kekuatan tertentu, seperti yang terjadi di Aceh.  Para pendukung  klub Sepak Bola populer di aceh,khusus nya banda aceh, dianggap sebagai salah satu kelompok massa yang berperan sentral  menaikkan popularitas dan memenangkan dua orang  calon  dari salah satu partai politik nasional dalam pemilihan calon anggota DPR DAN DPRA 2014 sampai 2019 . Terlepas dari latar belakang sesungguhnya peristiwa pada masa pemilu 2014 di provinsi aceh, kita diingatkan bahwa olahraga berpotensi dijadikan alat untuk kepentingan nonolahraga karena Pemilihan kepala daerah 2017 semakin dekat, diharapkan kepada semua insan yang berkecimpung dalam olahraga dan organisasi olahraga agar tidak mudah dimanfaatkan dan di iming imingi oleh para pelaku untuk kepentingan misi misi politik.


Selasa, Maret 29, 2016

Metode dan Teknik Mengajar (Holistic Learning Method) diambil dari Sirah Rasulullah SAW.

               Oleh : Muharil.S.Pd

Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super Manager menuliskan 20 metode dan teknik pengajaran sebagai 'holistic learning methods' yang diambil dari Sirah Rasulullah SAW. Inilah 20 metode tersebut :

1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);

2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengahpenjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);

3. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);

4. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);

5. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);

6. Story telling (bercerita);

7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);

8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);
10. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);

11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);

12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);

13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);

14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);

15. Question and answer method (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);

16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);

17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);

18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya;menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);

19. Commenting on student answer (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);

20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan 'aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu')

Senin, Maret 28, 2016

'Mustafa' Guru dan pelatih Sukses

Mungkin anda mengira seorang pelatih sepakbola memang awalnya sengaja memilih karier sebagai seorang ahli taktik, maka Anda salah besar. Beberapa di antara mereka seharusnya memiliki profesi berbeda saat ini.

Beberapa nama di bawah ini yang telah dirangkum oleh muharilsport dari berbagai sumber,  sebelum sukses menjadi pelatih seperti sekarang sempat mencicipi profesi sebagai guru olahraga.

1.Rinus Michels

Pelatih yang mempunyai julukan "Sphinx" ini sukses mengantarkan timnas Belanda yang diawaki Johan Cruyff dan kawan-kawan menjadi runner up Piala Dunia 1974 dan mengantarkan Marco Van Basten dan kawan-kawan juara Piala Eropa 1988. Ia merupakan pencetus gaya bermain Total Football atau Totaal Voetball.

Sebelum memulai kariernya dengan menangani Ajax Amsterdam pada 1965, Rinus Michels pernah berprofesi sebagai guru. Ia mengajar olah raga di sekolah khusus bagi penderita tuna rungu.

2. Guus Hiddink

Pelatih yang mengantarkan Korea Selatan menjadi negara Asia pertama yang menjadi semifinalis Piala Dunia pada tahun 2002 ini memulai karir kepelatihannya sebagai Asisten Manajer De Graafschap dan PSV Eindhoven pada awal 1980-an. Namun sebelumnya ia pernah menjadi guru olahraga di sekolah bagi anak-anak bermasalah.

Guus Hiddink, pernah jadi guru bagi anak-anak bermasalah kriminal

"Dahulu saya berurusa dengan anak-anak dengan latar belakang kehidupan nan keras. Beberapa dari mereka adalah pelaku tindakan kriminal. Saat menangani tim sepakbola, saya kerap bergurau, saya masih seperti sedang menangani anak-anak bermasalah itu," ujarnya

3. Louis van Gaal

Kariernya sebagai pemain tidak istimewa. Namun sebagai pelatih, pria yang kini menjabat sebagai pelatih timnas Belanda ini sudah merengkuh berbagai gelar di level domestik maupun internasional. Van Gaal pernah menjuarai liga di negara berbeda yaitu Eredivisie bersama Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar, Bundesliga Bersama Bayern Muenchen dan La Liga bersama FC Barcelona. Ia pun pernah menjuarai Liga Champions bersama Ajax Amsterdam tahun 1995.

Louis van Gaal identik dengan ciri khas guru olahraga: peluit saat melatih

Satu hal yang membuat van Gaal disegani anak buahnya adalah fakta bahwa dia adalah mantan guru olahraga. Rekan-rekan kerjanya menyebut gaya melatih Van Gaal amat mirip dengan guru olahraga, yang kerap berteriak dan sering menggunakan peluiit.

4. Roy Hodgson

Roy Hodgson, mantan guru yang kini menjadi pelatih tim nasional Inggris.
Roy Hodgson yang kini melatih tim nasional Inggris merupakan salah satu pelatih tersukses di Inggris. Ia pernah menjadi guru olahraga di sekolah Alleyn School yang terletak di London Selatan.

5. Jose Mourinho


Trofi Liga Champions dan sederet gelar domestik merupakan prestasi yang pernah diraih Jose Mourinho sebagai pelatih. Tidak seperti kebanyakan pelatih, Mou tak punya karier gemilang sebagai pesepakbola profesional. Konon kelihaiannya sebagai peracik strategi justru dipengaruhi latar belakangnya sebagai guru olahraga. Ia sempat menjadi guru di beberapa sekolah sebelum mengambil kursus kepelatihan sepakbola.

Siapa sangka, pelatih sesukses Jose Mourinho ternyata dulunya hanya seorang guru olahraga

Hingga saat ini, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang amat pintar memadukan teori olahraga dengan teknik motivasi dan psikologi. Tidak ada yang menyangsikan kehebatan peraih 3 gelar Liga Champions bersama 3 klub berbeda ini.

6. Mustafa.S.Pd




Mustafa guru di Sekolah dasar  Gigieng kabupaten pidie Aceh Indonesia.tidak kalah tenar nya dengan nama nama pelatih diatas.beliau adalah potret guru yang sukses menjadi guru dan juga sebagai pelatih.. Ditangan kreatif Mustafa berhasil mendidik pemain ssb yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah nya..Meskipun sudah jadi guru dan sebagai pelatih,Mustafa tidak pernah bosan dalam menuntut ilmu. Sekarang mustafa tercatat sebagai mahasiswa tahap akhir yang sedang menyelesaikan studi nya di pasca sarjana universitas Syiah Kuala pada program studi Magister Pendidikan Olahraga. Kedisiplinan beliau dalam mengatur waktu dalam mengajar,melatih sepak bola di ssb kabupaten pidie dan juga sempat melanjutkan studi S2, patut jadi panutan.semoga kedepannya banyak guru guru yang bisa  mengambil teladan dari pak mustafa

Kamis, Maret 03, 2016

Wong Fei Hung Sang Legenda Kungfu yang Beragama Muslim

Oleh :
Muharil.S.Pd

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film “Once Upon A Time in China”.


Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China.
Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais.
Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu).
Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).
Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.
Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung.
Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu.
Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.
Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh.
Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas.
Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya.
Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya.
Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus “Tendangan Tanpa Bayangan” yang legendaris.
Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).
Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju.
Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan jurus “Cakar Macan” dan jurus “Sembilan Pukulan Khusus”.
Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.
Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan.
Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek.
Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.
Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka.
Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.
Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.
Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya

Minggu, Februari 28, 2016

Dr.Nyak Amir.M.Pd Terpilih sebagai Ketua PERPANI ACEH Masa bakti 2016-2020

    oleh :
Muharil.S.Pd


Dosen Magister Pendidikan Olahraga Unsyiah, Dr.Nyak Amir.M.Pd yang terpilih menjadi Ketua PERPANI provinsi Aceh untuk masa jabatan 2016-2020 dalam Musyawarah Daerah  PERPANI  Provinsi Aceh,Sabtu 27 Februari 2016

Dr.Nyak Amir.M.Pd yang menjadi calon  ketua didukung oleh pengcab Perpani kabupaten/kota di aceh resmi terpilih sebagai ketua perpani aceh mengatakan akan fokus mengawal prestasi atlet.

Sementara untuk program jangka panjang, Dr.nyak Amir MPd akan mendorong prestasi atlet PERPANi Aceh berkibar di kancah nasional dan internasional.

Tak kalah penting, Dr.Nyak Amir juga bertekad meningkatkan SDM olahraga Aceh khusus nya cabang olahraga panahan mulai dari pelatih

Berikut Daftar Riwayat hidup Dr.Nyak Amir.M.Pd :
Nyak Amir lahir dari pasangan Ibunda Hj. Baiti dengan Ayahanda H. Muhammad Amin Abdu Latif (almarhum), di Rawang itek Panton Labu Aceh Utara Provinsi Aceh, pada tanggal 25 November 1974. Ia menikah dengan Lusi Indrayanti, S.H. dan dikarunia 3 orang anak: Muhammad Suthan Nyak Arief, Shifa Amelia Husna dan Muhammad Raja Arafat Nyak Arief.
Pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) diselesaikan pada tahun 1987, SMP Negeri tahun 1989, dan tahun 1992 lulus dari SMA Negeri Panton Labu Aceh Utara, kemudian melanjutkan studi jenjang S1 pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh lulus tahun 1997.
Tahun 1999 diangkat menjadi tenaga edukatif di Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan tahun 1999 memperoleh kesempatan untuk mengikuti kuliah jenjang S-2 di Program Pascasarjana Universitas Surabaya pada Program Studi Pendidikan Olahraga. Tahun 2001 memperoleh kesempatan melanjutkan studi jenjang S-3, juga pada Program Pascasarjana Universitas Surabaya pada Program Studi Ilmu Keolahragaan dan lulus pada tahun 2004.


Penguatan Program Mandatori optimalisasi Tugas Dan Fungsi APKS PGRI, LKBH PGRI serta pengelolaan Keanggotaan dan Keuangan melalui PGRI, SLCC PGRI dan DKGI Organisasi

Penguatan Program Mandatori optimalisasi Tugas Dan Fungsi APKS PGRI, LKBH PGRI serta pengelolaan Keanggotaan dan Keuangan melalui PGRI, SLCC...